Hidupmu Sekolahmu

2009, Ponorogo

Pembuat: Hoíe LPG Murni dan Aji baru saja lulus SMP. Keduanya tidak melanjutkan sekolah dengan alasan yang berbeda. Bisakah mereka belajar dari kehidupan yang mereka jalani?

Hari Yang Berganti

2009, Ponorogo

Pembuat: Arif, Andi, Erna, Ernia, Hari, Wina Hari melewatkan hari-harinya dengan mabuk. Ia diusir dari rumah. Apa yang bisa membuatnya berubah?

Apes

2010, Ponorogo

Pembuat: Ho’e Community Baqiroen, pemuda 20 tahun berwajah sayu yang pengangguran,sembari menghisap rokoknya dalam-dalam menceritakan kembali kisahnya ketika bekerja menjaga konter HP. Lah, katanya penjaga konter HP, tapi kok pengangguran? Ya nanti dulu, makanya nonton videonya.

Made in Ponorogo

Ponorogo

Dimulai 1995, Pemda Ponorogo menjadikan reog sebagai ‘proyek besar’ pembentukan dan komoditas khas Ponorogo. ‘Proyek’ itu dijalankan antara lain dengan menjadikan kata ‘Reog’ sebagai semboyan Ponorogo, penyelenggaraan Festival Reog Nasional, dan pewajiban seluruh desa untuk memiliki reog.

Kudu Misuh

2011, Ponorogo

Pembuat: Ho’e Community Di siang bolong, seorang pemuda yang tengah menganggur menongkrong di depan rumahnya di sebuah desa, menghabiskan waktu dengan berangan ini dapat uang banyak. Gayung bersambut ketika temannya datang mengajaknya ke sebuah warung untuk berpartisipasi dalam sebuah ‘Pemberdayaan Ekonomi Rakyat’. Partisipasi yang kemudian membuatnya kudu misuh.

Turonggo Sakti

2008, Ponorogo

Pembuat: Kelompok Turonggo Sakti Jaran Thek Anak Muda di Dusun Ngradi, Singgahan, Pulung, Ponorogo, berjuang untuk menciptakan seni tradisional versi mereka sendiri yang kami sebut Jaran / Reog Thek. Ini adalah sarana kami untuk berekspresi dan mengadakan interaksi sosial di antara kami dan para orang tua. Kami juga mengharapkan dukungan dan pengakuan dari pemerintah local, agar Jaran Thek menjadi salah … Read More

Perjalanan Ki Reog Panjul Singo Manggolo

2008, Ponorogo

Pembuat: Andri P.Mustakim, Yepi, Sari Aku Andri, 17 tahun. Ini kisahku mengikuti persiapan dan pertunjukan Reog Ki Panjul Singo Manggolo pada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke 63. Aku adalah penari Reog. Disini aku menceritakan bagaimana Reog terbentuk dengan standar yang formal dalam seni tradisional di Ponorogo, masalah regenerasi, dan bagaimana perasaan penari-penari muda tentang lingkungan mereka di Reog.