Nikah Muda Malu Dong (PPAD Grobogan)

2013, Jawa Tengah

Pembuat: Luthfi, Nila, Muh. Izzudin, Abdullah Wakhid, Aris Irawan, Nurul Indriyani | PPAD Grobogan (Jalan Remaja 1208 2013) Persatuan Pelajar Anak Desa Padang, Grobogan Jawa Tengah resah karena teman sebaya mereka usia sekolah banyak yang menikah dini.

Tangis Petani Belum Didengar

2007, Jawa Tengah

Pembuat : Sunardi, Tim Watugede, Pardi, Sular, Sumadi, Budi, Narto | Lembaga : LPTP Bercerita tentang keluh kesah para petani tentang kesulitan mereka dalam mendapatkan bibit dengan murah, penghasilan yang semakin menurun dan sistem irigasi yang terganggu. Para petani ini kemudian menyiasatinya dengan membentuk kelompok, salah satunya kelompok ‘macul’. Cita-cita seorang petani pun tak boleh padam. Kelompok ini rutin mengadakan … Read More

Bergandeng Tangan Meraih Impian

2007, Jawa Tengah

Produksi: Jarpuk Ngudi Lestari |Lembaga : LPTP Keberadaaan perempuan sebagai seorang pengusaha bisnis kecil sering kali diabaikan. Perempuan-perempuan tulang punggung keluarga inilah yang coba untuk diberdayakan oleh Jarpuk Ngudi Lestari. Sebuah perkumpulan perempuan usaha kecil yang bertujuan untuk memberi bantuan pada para usaha-usaha kecil yang dirintis oleh para perempuan, khususnya para pedagang pasar di Solo. Pada perjalanannya tidak hanya bantuan … Read More

The 3rd Peasant Meeting

Jawa Tengah

Visual Concept : Kendilwesi, Naskah : Ririn Habsari, Dian Rahmawati Temu tani yang diadakan untuk ketiga kalinya di Desa Ngandong, Klaten. Salah satu desa yang mengalami kerusakan yang parah pada waktu gempa Jogja tahun 2006. Pertemuan ini diadakan sebagai sharing pengalaman, pengatahuan dan teknologi pertanian.

Di Balik Batik

2009, Jawa Tengah

Pembuat: Fata Hanifa, Putri Astuti, Fajar Rosyidi, Maharani Jibriellia | Komunitas Toelis Batik, salah satu warisan budaya Jawa yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO ini ternyata menyimpan cerita pahit di balik pembuatannya. Limbah batik yang menyebabkan lingkungan di sungai tercemar. Apakah yang disampaikan korban pabrik batik ketika ‘angkat’ bicara?Bagaimana pemerintah kota menengahinya?